Warga Jonggrangan Coba Kenalkan Kentongan Kepada Generasi Penerus


BANTUL,(JOGJABERKABAR.ID) - Alat komunikasi tradisional, kentongan kini sudah mulai hilang. Kemajuan tehnologi yang belakangan ini terjadi mengakibatkan alat yang terbuat dari bambu dan kayu yang dilobangi tengahnya ini sudah banyak ditinggalkan.

Kini Kentongan seringkali hanya dijadikan sebagai hiasan ataupun sekedar pajangan di rumah ataupun di Pos Ronda. Padahal, dulu kentongan menjadi alat komunikasi penting ketika terjadi bahaya baik bencana, kebakaran ataupun peristiwa kriminal lainnya.

Oleh karenanya, warga Jonggrangan RT 05 Padukuhan Babadan Kalurahan Bantul Kapanewon Bantul mencoba melestarikannya. Kali ini, bertepatan dengan Kirab Budaya memeriahkan HUT RI ke 78, Minggu (13/8/2023) warga masyarakat Jonggrangan RT 05 sengaja menghadirkannya sebagai pasukan khusus.

Ulu Ulu Kalurahan Bantul Kuswandi yang juga merupakan praktisi dan pelaku budaya menyampaikan warga masyarakat jonggrangan yang merupakan 1 dari 93 RT sekalurahan Bantul berupaya memberikan sumbangsih bagi Kalurahan Bantul Kapanewon Bantul kabupaten Bantul untuk mewujudkan Kalurahan Budaya.

"Kalurahan Bantul berada di tengah kota yang berkebudayaan Istimewa,"kata dia.

Dan seperti visi misi bupati dan wakil bupati Bantul yakni Bantul yang berkebudayaan Istimewa, maka pihaknya mendorong semua masyarakat untuk selalu menerapkan nilai nilai budaya yang adiluhung di setiap kegiatan masyarakat di Kalurahan Bantul.

Dia berharap dengan acara 17an di jonggrangan yang dikemas oleh Pemuda Pemudi Jonggrangan atau PEPEJE dengan kemasan kirab Budaya ini menjadikan kekompakan warga masyarakat untuk melestarikan seni dan budaya yang ada di wilayah DIY yang menyandang status daerah istimewa ini.

"Selain sebuah peringatan, kegiatan ini juga merupakan bentuk kami mempertahankan seni dan budaya tradisi masyarakat dulu,"tambahnya.

ketua komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari SE  menyatakan mengapresiasi kegiatan ini dimana Kirab Budaya ini harus tetap terjaga dan lestari sampai kapanpun. Apalagi dalam kegiatan ini ditampilkan musik musik tradisional seperti kentongan atau sering disebut musik kotekan.

"Kotekan ini merupakan kebudayaan asli warisan leluhur yang harus dijaga,"terang dia.

Menurutnya,  pada waktu jaman dahulu, kotekan digunakan kaum adam dalam ronda malam menjaga kampung. Dan kegiatan ini merupakan perwujudan semangat Pancasila sila ke 3 persatuan Indonesia .

Padukuhan Babadan Kalurahan Bantul Kapanewon Bantul melaksanakan berbagai macam kegiatan menyambut HUT RI ke 78. Sebelumnya selama 10 hari di mulai tanggal 1 Agustus diadakan berbagai macam lomba baik untuk anak anak juga ibu ibu dan bapak bapak .(Erf)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.