Dampingi Pementasan Seni, Bentuk Keperdulian Pemerintah Kapanewon dan Kalurahan Patuk Pada Budaya

Panewu Patuk, di damping Lurah Ngoro-oro (tengah) berpose bersama kelompok seni Kridomudo Budoyo Patuk

Gunungkidul (Jogjaberkabar.id)-Seiring perkembangan jaman dan kecanggihan teknologi, maka pelestarian budaya harus di lakukan secara simultan dan berkesinambungan.

Kabupaten Gunungkidul salah satu Kabupaten di provinsi DIY yang masih mempertahankan adat dan budaya tradisi terus melakukan pengembangan seni budaya jawa, baik kesenian tari, Jathilan maupun ketoprak.

Pelestarian tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang di lakukan oleh pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun Kapanewon dan Kalurahan.

Seperti yang di lakukan Pemerintah Kapanewon Patuk melalui Kalurahan Ngoro-oro mampu mempertahankan seni budaya Jathilan dan mampu mengembangkannya dalam bentuk regenerasi pelaku seni Jathilan.


Pada Kamis, (4/11) di Taman Budaya Gunungkidul jathilan Kridomudo Budoyo Kalurahan Ngoro-oro mampu menampilkan pementasan seni Jathilan dengan Tema Gladen Prajurit Mas Rangsang.

Dukungan pemerintah Kapanewon terlihat dengan kehadiran Panewu Patuk Martono Imam Santoso beserta Lurah Ngoro-oro Sukasto dalam pementasan seni Jathilan Kridomudo Budoyo di Taman Budaya Gunungkidul.

"Kehadiran kami di sini untuk mendukung penuh perkembangan dan pelestarian seni tradisi yang ada di Kapanewon Patuk," kata Imam Santoso.

Pementasan jathilan Gladen prajurit mas rangsang oleh masyarakat Dusun soka, Kalurahan Ngoro-ngoro Kapanewon Patuk ini mengambil set cerita penyerangan sejumlah prajurit Sultan Agung saat menyerang Benteng VOC di Batavia.

Lurah Ngoro-ngoro mengatakan dengan seni dan budaya dapat mengangkat kembali sejarah yang terjadi masa lampau untuk di ketahui oleh hal layak ramai.

"Ini kan budaya ya mas, harus dilestarikan dan di kembangkan, selain jathilan sebagai seni pertunjukan namun isi dan tema bisa kita tampilkan set sejarah atau kebiasaan kita sehari-hari, jadi pementasan di Taman Budaya Gunungkidul ini menarik sekali guna pelestari budaya,"tutup Lurah Ngoro-oro.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.