Panewu Girisubo : Peternak Milenial Sebagai Kekuatan Kapanewon Girisubo Membaca Peluang

Slamet Winarno (berbaju putih) saat menghadiri sarasehan peternak dan petani mileneial

Gunungkidul (Jogjaberkabar.id)-
Bicara soal pertanian tidak melulu mengenai budidaya dan paska panen atau hanya bicara ketersedian pupuk dan bibit atau bagaimana membuat pangsa pasar, namun ada yang lebih urgent yaitu pembentukan regenerasi petani.

Dari data bank dunia, peningkatan usia produktif di bidang pertanian kurang dari 7% di bandingkan peningkatan di sektor pertambangan dan manufaktur, sehingga upaya untuk menjadikan Indonesia berdaulat pangan sepertinya memiliki tantangan yang luar biasa.

Untuk meningkatkan percepatan terciptanya angkatan muda di bidang pertanian dan peternakan sekelompok anak muda di Dusun Manukan, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul memulai budidaya domba secara modern tak hanya di situ kelompok tani ternak para milenial ini pun membudidayakan rumput pakcong untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak-ternak mereka.

Melihat hal tersebut Panewu Girisubo Slamet Winarno mengapresiasi langkah nyata para milenial dalam menggeluti sektor pertanian dan peternakan.

Slamet Winarno mengatakan kepada Jogjaberkabar.id bahwa ini menjadi salah satu potensi yang harus segera di kembangkan mengingat pansela (pantai selatan) ini sudah banyak di lirik oleh banyak para wisatawan.

Slamet Winarno berharap dengan berkembangnya peternakan dan pertanian yang di lakukan para milenial menjadi angin segar dari kebangkitan sektor pertanian dan peternakan di kabupaten Gunungkidul dan juga dapat menjadi daya ungkit sektor pariwisata yang hampir mati suri.

"Kita semua tahu bahwa saat ini Kabupaten Gunungkidul menjadi primadona, sehingga bupati sendiri ingin menjadikan Bali ke dua nya Indonesia, namun sarana dan prasarana penunjang pariwisata itu juga harus di siapkan, bukan saja pada insfratruktur jalan saja namun pertanian dan peternakan juga harus di garap, budaya harus di garap sehingga semua dapat terintegrasi dengan apik," kata Slamet Winarno kepada Jogjaberkabar.id, Jumat (15/10) di sela pertemuan kelompok tani ternak Ngudi Makmur milenial.

Slamet Winarno mengingatkan kepada kelompok tani ternak Ngudi Makmur milenial agar selalu menjaga sikap konsistensi dalam melakukan hal, ia menambahkan saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan dan memulai.

"Dengan kondisi pandemi seperti ini adalah waktu yang tepat untuk berbenah dan memulai, karena di saat orang kebingungan mau melakukan apa karena pandemi kalian terus melakukan dan mulai melakukan kegiatan peternakan dan pertanian ini sangat saya apresiasi, sehingga setelah pandemi berakhir kalian semua lah yang pasti akan menjadi pemenang nya," ungkap Slamet Winarno di hadapan para petani dan peternak milenial Dusun Manukan.

Slamet juga mengatakan terbentuknya petani peternak milenial ini membuktikan bahwa kelompok tani ternak Ngudi Makmur yang di ketuai
Sukaja ini mampu melakukan regenerasi, lebih lanjut Slamet mengatakan terbentuknya peternak milenial ini akan menjadi kekuatan bagi terbentuknya Kapanewon Girisubo yang kuat dan mampu membaca peluang. WAP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.