Panewu Baru Pathuk Upayakan Pembayaran PBB Lunas 100% Sebelum Jatuh Tempo





Gunungkidul (Jogjaberkabar.id)- 
Pajak Adalah elemen penting yang tak bisa di pisahkan dari sebuah pembangunan wilayah pemerintahan apakah negara, provinsi maupun kabupaten hingga tingkatan yang lebih rendah lagi.

Pajak juga sebagai tolak ukur kepatuhan masyarakat kepada kewajiban yang di tetapkan pemerintahan, sehingga dengan pajak roda pemerintahan dan pembangunan pun dapat berjalan dengan baik dan terukur.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu pilar kemandirian suatu Daerah. Menurut UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sumber PAD terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah, dan lain-lain pendapatan Daerah yang sah.

Citra keuangan Pemerintah Daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang diperoleh dan bagaimana alokasi keuangan Pemda untuk membiayai kegiatan Pemda dalam mensejahterakan masyarakatnya, Pemda perlu melakukan analisis potensi-potensi yang ada di daerah dan mengembangkan potensi tersebut sebagai pemasukan daerah salah satunya yaitu dari PBB P2.

Berangkat dari kesadaran tersebut maka seluruh Lurah di Kapanewon Patuk bersama Panewu Patuk yg baru di bulan September Martono Imam Santoso, memotivasi warga masyarakatnya untuk sadar dalam membayar pajak bumi dan bangunannya.

Hal tersebut telah di buktikan Martono Imam Santoso saat menjabat sebagai Panewu Gedangsari dengan prestasi menakjubkan, Kapanewon Gedangsari yang di pimpin nya mampu melunasi pajak kurang dari satu bulan, dan saat ini setelah Martono Imam Santoso pindah tugas sebagai Panewu Pathuk dirinya juga akan mengukir kembali prestasi dengan menggenjot kembali pembayaran pajak bumi dan bangunan seperti yang pernah dilakukannya dahulu di Kapanewon Gedangsari.

Hal tersebut dapat di lihat dari laporan matri pajak di Kapanewon Pathuk, pada bulan Agustus tahun ini penerimaan pembayaran pajak dari seluruh Kalurahan di Kapanewon Pathuk baru di angka 43% dan tercatat belum satu pun Kalurahan di Kapanewon Pathuk yang melunasi pembayaran kewajiban PBB nya.

Setelah Martono Imam Santoso menjabat sebagai Plt Kapanewon Pathuk pada tanggal 1 September ada perubahan signifikan, hal ini di karenakan Panewu Imam Santoso memberikan arahan akan pentingnya pembayaran pajak bagi berjalannya pembangunan wilayah, khusus nya di Kapanewon Pathuk. Sehingga pada tanggal 7 September mampu menaikkan persentasi pembayaran pajak yang semula 43% menjadi 48% dalam waktu seminggu.

Setelah 25 September Martono Imam Santoso di lantik sebagai pejabat Panewu Pathuk, dan pada tanggal 29 September laporan pajak mantri pajak di dapatkan 10 dari 11 Kalurahan di Kapanewon Pathuk melunasi pembayaran pajak bumi dan bangunannya. Dari laporan matri pajak tersebut tinggal 1 Kalurahan yang masih belum melunasi yaitu Kalurahan Semoyo dan masih memiliki kekurangan 31 juta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.