Kapolsek Ngawen Himbau Masyarakat Tidak Tergiur Pinjol


Gunungkidul (jogjaberkabar.id)-Pandemi yang melanda membuat semua sektor terkena dampaknya terlebih sektor ekonomi pada masyarakat, masa sulit yang sedang di alami masyarakat ini di manfaatkan banyak lembaga keuangan atau jasa pinjaman keuangan yang tumbuh seperti jamur di musim hujan.

Memanfaatkan era digital seperti sekarang ini membuat lembaga keuangan atau jasa keuntungan tak menyia-nyiakan kesempatan ini, sehingga timbullah fenomena jasa pinjaman keuangan secara online yang gencar mencari nasabah dengan berbagai platform aplikasi.

Namun ternyata alih-alih membantu masyarakat dalam memberikan permodalan, pinjaman online (pinjol) malah membuat penyesatan masyarakat, dari tidak memiliki ijin otoritas jasa keuangan (OJK), bunga pinjaman yang tidak rasional, hingga debt collector (penagih hutang) yang melakukan teror kepada masyarakat.

Baru-baru ini sebuah jasa pinjaman keuangan online menyebabkan seorang nasabahnya mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di karena kan stress karena selalu mendapatkan teror dari debt collector sebuah pinjaman online. 

Untuk mencegah terjadinya hal serupa pihak kepolisian bertindak cepat melakukan pengerebekan dan penutup sejumlah pinjol, salah satunya di Kabupaten Sleman, DIY.

Kepolisian resort Kapanewon Ngawen memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur untuk memanfaatkan pinjaman keuangan melalui pinjaman online, hal tersebut di utarakan Kapolsek Ngawen AKP Parliska kepada media Jogjabekabar.id di kantornya.

"Saya tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Ngawen pada khususnya dan masyarakat Gunungkidul pada umumnya untuk tidak tergiur oleh jasa keuangan pinjaman online," kata Parliska, Senin (18/10).

Ia pun mengatakan bila mana masyarakat membutuhkan permodalan AKP Parliska menganjurkan untuk meminjam kepada lembaga keuangan seperti bank pemerintah baik bank BUMN seperti BRI, BNI atau bank pemerintah lainnya atau bila memang belum tersedianya bank BUMN pemerintah di lokasi nasabah, sebaiknya mengunakan bank pemerintah lainnya nya seperti yang di miliki provinsi DIY seperti Bank Pembangunan Daerah BPD DIY.

Dengan cara tersebut maka para jasa keuangan online tidak dapat ruang untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Parliska menambahkan dirinya sebagai Kapolsek Ngawen telah menginstruksikan kepada seluruh babinkamtibmas di setiap wilayah untuk terus memberikan edukasi mengenai pinjaman online (pinjol) dan segala resiko yang akan di terima oleh si nasabah.

WAP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.