Di Daulat Menjadi Penasehat, Gusti Aning Di Hadiahi Gendewa

Raden Mas Kukuh Hertiasning dan Raden Ayu Nineganda Prassari (tengah) bersama paguyuban jempariangan Patri jiwo

Gunungkidul (Jogjaberkabar.id)-Konsistensi untuk terus merawat dan melestarikan budaya adi luhung nenek moyang terus di lakukan oleh Raden Mas Kukuh Hertasning, sebagai cucu dari Sultan Hamengku Buwono VIII. Raden Mas Kukuh Hertasning giat menyambangi komunitas atau paguyuban pelaku budaya, apakah yang bersifat kesenian, tradisi maupun yang bersifat olahraga budaya.

Seperti yang terlihat pada Sabtu (3/10) di sasana olahraga budaya jemparingan Patri Jiwo yang terletak di Dusun Widoro kidul, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul ini Raden Mas Kukuh Hertasning merima kehormatan di daulat sebagai dewan penasehat Paguyuban Jemparingan Patri Jiwo.

Penyerahan Gendewa oleh ketua paguyuban patri jiwo Sukardi kepada RM. Kukuh Hertiasning

Ketua paguyuban jemparingan Patri Jiwo Sukardi mengatakan pendaulatan Raden Mas Kukuh Hertasning sebagai penasehat sangat beralasan di karenakan olahraga budaya jemparingan adalah olahraga tradisi yang di miliki Ngayogyakarta Hadiningrat dari kasultanan Yogyakarta yang pertama, dan Raden Mas Kukuh Hertasning adalah sebagai kerabat keraton kasultanan Yogyakarta sehingga Sukardi beranggapan sangat lah tepat bila Raden Mas Kukuh Hertasning di daulat sebagai penasehat di dalam struktur organisasi paguyuban jemparingan Patri Jiwo.

Sementara itu Raden Mas Kukuh Hertasning atau yang kerap di sapa Gusti Aning ini mengatakan sangat mengapresiasi apa yang telah di lakukan paguyuban jemparingan Patri Jiwo dalam mempertahankan olahraga budaya jemparingan ini.
 
Ia berharap dengan banyaknya generasi milenial yang peduli dengan budaya kelestarian budaya akan terjaga sampai kapan pun, dalam kaitannya dengan pendaulatan dirinya sebagai penasehat Paguyuban Jemparingan Patri Jiwo Raden Mas Kukuh Hertasning juga mengapresiasi dan merasa tersanjung. Ia berharap dengan pendaulatan tersebut mampu bersama melestarikan budaya dengan membimbing dan memberikan arahan, baik dari berbusana saat menjemparing  maupun filosofi lain yang terkandung dalam olahraga budaya ini.

"Olahraga budaya jemparingan memiliki filosofi yang dalam, olahraga ini bukan hanya semata olahraga memanah pada umumnya namun bagaimana adat dan tradisi di gabungkan dengan olahraga, olah roso lan olah rogo ini lah yang terkandung di dalam dalam filosofi jemparing. Sehingga harapan dari Sri Sultan Hamengku Buwono I yaitu sawiji, greget, sengguh dan ora mingkuh itu dapat di resapi dan di prektekkan di keseharian," kata Raden Mas Kukuh Hertasning.

Dalam kesempatan ini Raden Mas Kukuh Hertasning beserta istri  Raden Ayu Nineganda Prassari di hadiahi tanda kasih dan kesetiaan dari paguyuban jemparingan Patri Jiwo sepasang gendewa atau busur panah jemparing kumajaya sebagai ageman Raden Mas Kukuh Hertasning dan kumaratih sebagai ageman Raden Ayu Nineganda Prassari. WAP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.