Sinergi Untuk Cegah Stunting Yogyakarta dengan Bunda Mengajar


Yogyakarta (Jogjaberkabar.id) - Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) bersama PKPU Human Initiative memulai program Bunda Mengajar untuk Yogyakarta. Program ini dibuka oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA didampingi Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia di Yudistira room Balaikota Yogyakarta Kamis, 9 September 2021 . Bunda Mengajar ditujukan supaya menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, gizi, Perilaku Hidup Bersih dan sehat serta akses pangan keluarga di Kelurahan Bumijo, Kelurahan Kricak, dan Kelurahan Wirobrajan. 

Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2020, prevalensi balita gizi kurang di Kota Yogyakarta tahun 2019 sebesar 7,58% sedang prevalensi balita gizi buruk sebesar 0,88%. Prevalensi gizi kurang di Kota Yogyakarta tahun 2019 tersebut masih berada di atas target nasional yaitu  <5%. Sedang prevalensi gizi buruk sudah memenuhi target nasional yaitu <1%. 

Prevalensi balita gizi kurang di Kecamatan Wirobrajan dan Tegalrejo masih berada di atas prevalensi rata-rata Kota Yogyakarta, yaitu sebesar 9,3% di Kecamatan Wirobrajan dan 8,5% di Kecamatan Tegalrejo. Prevalensi gizi kurang yang masih cukup tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya: pola makan balita, pola asuh, penyakit penyerta, promosi gizi seimbang dan PMBA yang belum seimbang, sanitasi yang belum memenuhi syarat, dan penyuluhan di meja 4 Posyandu yang belum berjalan dengan baik.

Arif Sosiawan, Jogja Factory Manager Sarihusada mengatakan bahwa Bunda Mengajar ini merupakan komitmen keberlanjutan yang sesuai dengan visi Danone Indonesia yatu One Planet One Health yang artinya Kesehatan Lingkungan atau planet kita sangat berkaitan earat dan saling mempengaruhi kesehatan masyarakatnya. “Kami melakukan program ini tidak sendiri, kolaborasi dengan Human Initiative sebagai mitra menjadi bagian dari aksi kolektif untuk edukasi gizi dan mencegah stunting di Yogya” Kata Arif.

Sementara Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ambil bagian dalam program ini. “Saya mengajak semua kalangan untuk melakukan Gerakan sinergi membangun pola nutrisi yang baik guna mencegah stunting”, tegas Heroe.

“Pemerintah akan mendukung program yang dilakukan oleh kampus, korporat dan komunitas untuk melakukan pengawasan di Kawasan Yogyakarta. Kota ini dikenal dengan Pendidikan yang tinggi, oleh karenanya stunting harus bisa ditekan dengan peran semua pihak” tambah Heroe.

Di Yogyakarta sejak 2016 Sarihusada bersama Human Initiative telah mengembangkan program Rumah Bunda Sehat yang dulu mencakup 3 RW dan kemudian program tersebut ditingkatkan skala dan nama programnya menjadi Bunda Mengajar dan diluncurkan 2021 ini. Bunda Mengajar ke 4 ini memberdayakan perempuan di perkotaan untuk mencegah stunting melalui pengembangan pengetahuan tentang Kesehatan, pengetahuan gizi, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) juga akses pangan. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.