Mahasiswa Prodi Poltekkes Surakarta Lakukan Pelatihan Posyandu Remaja


Gunungkidul (jogjaberkabar.id)-Pemuda menjadi kelompok yang akan menentukan arah masa depan pembangunan suatu bangsa, sehingga penciptaan karakter pemuda menjadi prioritas sebuah pembangunan baik di tingkatan nasional, provinsi maupun Kabupaten.

Seperti yang di lakukan pemuda Dusun gobeh, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin Yang melakukan pelatihan Peer konselor Pada posyandu remaja yang di Inisiasi mahasiswa prodi profesi bidan Poltekkes Surakarta yang berpraktek di Puskesmas Semin 1, bertempat di aula utama kompleks Balai Kalurahan Bendung. Jum'at (13/8).

Di mana sejumlah remaja di berikan pemahaman bagaimana remaja mampu menjaga areal reproduksi nya, dan memahami fungsi reproduksi itu sendiri sehingga di harapkan para remaja peserta dapat menularkan pemahaman tersebut pada kawan-kawan nya.

Hal tersebut di utarakan ketua mahasiswa prodi Poltekkes Surakarta Dwi Maryati usai menutup pelatihan konselor posyandu remaja yang di lakukan sejak tanggal 12 -13.

"Kenapa kami mahasiswa prodi Poltekkes Surakarta ini melakukan pelatihan Peer konselor bagi remaja, karena ternyata hingga saat ini remaja belum tersentuh dalam pemahaman kesehatan reproduksi, kalo saat ini yang sudah sering kita tau posyandu lansia atau balita, namun posyandu remaja belum pernah mendapatkan perhatian serius, sehingga kami mencoba memberikan edukasi kepada para remaja ini konselor mengenai reproduksi," kata Dwi Maryati kepada Jogjaberkabar.id.

Dwi berharap setelah pelatihan Peer konselor bagi remaja ini akan ada kegiatan yang bersifat berkesinambungan, ia juga berharap peran pemerintah Kalurahan dapat menangkap potensi yang memang seharusnya di jaga dan di kembangkan.

"Ini menyangkut masa depan remaja yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan, dan fungsi dari pelatihan ini juga untuk mencegah atau menekan angka pernikahan anak atau pernikahan dini, sehingga dari pelatihan konselor posyandu remaja ini para remaja mampu memilah mana yang baik atau buruk dalam pergaulannya, apa lagi saat ini media sosial tidak bisa di pungkiri memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan mental dan jiwa para remaja," jelas Dwi

Sementara itu Lurah Kalurahan Bendung Didik Rubianto dalam sambutan penutupan pelatihan Peer konselor posyandu remaja ini dapat di hasilkan remaja yang memiliki pengetahuan terhadap kesehatan remaja itu sendiri dalam hal reproduksi remaja.

"Kami pemerintah Kalurahan Bendung sangat mengapresiasi apa yang telah di berikan ibu-ibu Bidan ini yang tergabung dalam mahasiswa Prodi Poltekkes Surakarta ini, karena saat ini pemerintah Kalurahan di hadapkan dengan permasalahan yang sangat luar biasa baik ekonomi, kesehatan dan permasalahan di masyarakat lainnya, sehingga kita lupa ada remaja yang juga harus kita perhatikan, dalam kaitanya menekan angka pernikahan dini atau angka pernikahan anak, walaupun saat ini undang-undang pernikahan sudah membatasi usia pernikahan dini namun pemahaman untuk menjaga reproduksi remaja ini juga jangan sampai di abaikan," kata Didik.

Didik juga menambahkan akan menganggarkan kegiatan posyandu remaja sehingga dapat menghasilkan remaja yang memiliki kwalitas.

WAP

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.