Yayasan Rumah Impian Lakukan Advokasi Penjangkauan Adminduk Bagi Warga Rentan


Depok,Sleman(jogjaberkabar.id)-Yayasan Rumah Impian bersama Dinas Sosial kabupaten Sleman melakukan Advokasi penjangkauan pembuatan Administrasi Kependudukan (Adminduk) kepada warga rentan di wilayah Moro Kangen, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY (Sabtu, 19/6).

Menurut Ketua Yayasan Rumah Impian Yosua Lapudooh, S.Th, masyarakat sangat membutuhkan dokumen seperti Akte kelahiran, KTP, Kartu Keluarga untuk mengurus BPJS, pendidikan anak maupun bantuan social serta akses lainnya.

"Semua mengacu ke dokumen dasar tersebut. Jadi, kalau warga mau mengakses segala sesuatu harus punya NIK terlebih dahulu. Untuk mendaftar BPJS, akses sekolah anak, Paspor, semuanya butuh NIK. Akte Kelahiran, NIK, KK merupakan dokumen yang digunakan untuk kebutuhan dasar warga dampingan kami.” kata Yosua.

Yayasan Rumah Impian mengundang dampingan dari kampung Kledokan (Education Center Babarsari) di rumah salah satu warga dampingannya. Kehadiran beberapa warga dalam kegiatan Advokasi penjangkauan ini tetap mengikuti protocol kesehatan pencegahan covid-19, dengan mengenakan masker, cuci tangan serta menjaga jarak.

“Kami persilakan untuk mengisi surat pernyataan dan menandatangani di atas materai yang sudah dibagikan dengan sebenar-benarnya.Misalnya, sudah pernah punya KTP atau KK tapi hilang, tidak punya KK sama sekali, untuk selanjutnya akan kami ajukan ke Dinas Sosial. Oleh karena itu, mohon kerjasama dari Bapak Ibu sekalian,”tegas Yosua.

Lebih lanjut Yosua memaparkan, 86,94% warga Sleman mulai usia 0-18 tahun yang sudah memiliki akte kelahiran pada akhir Juni 2018. Sedangkan untuk orang dewasa, menurut data Biro Kependudukan DIY tahun 2020 yang belum memiliki akte sebanyak 481.474 jiwa. Sedangkan, yang memiliki akte kelahiran 601.280.

“Jadi kita catat semua akte kelahiran, bukan hanya anak-anak tapi juga orang yang dewasa.Mereka yang sudah dewasa juga butuh, untuk mengurus pernikahan dan hal-hal terkait kan harus ada." Tambah Yosua.

Hal senada juga di sampaikan Seksi Peksos Dinas Sosial Kabupaten Sleman DIY, Subaidi. Menurutnya, tertib administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman DIY, masyarakat sudah merasa sangat membutuhkan dokumen-dokumen kependudukan itu. Dengan kesadaran tersebut, lanjut Subaidi masyarakat dengan sendirinya mau mengurus. 

"Untuk akte kelahiran sendiri masyarakat Sudah mau menyadari akan pentingnya dokumen tersebut," pungkas Subaidi. (DP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.