Sambut Hari Air Sedunia, Padukuhan Kayen Kalurahan Sampang Sukses Lakukan Pengeboran Air Bersih


GEDANGSARI, (JOGJABERKABAR.ID) - Menyambut hari air sedunia yang akan dilaksakan pada tanggal 22 maret, warga Dusun Kayen, Kalurahan Sampang, Kapanewon Gedangsari sukses dalam melakukan pengeboran air bersih.

Pengeboran yang telah di lakukan selama 2 hari akhirnya membuahkan hasil, dengan kedalaman 63 meter air bersih menyembul dari perut bumi.

Panewu Gedangsari Martono Imam Santoso S.IP mengatakan sangat gembira karena Pengeboran air bersih menjadi prioritas dalam upaya mengatasi kemiskinan yang di sebabkan ketidak tersedianya kebutuhan air bersih di Kapanewon Gedangsari.

"Saya bersyukur kepada tuhan karena hari ini pengeboran air bersih dapat berhasil, ini salah satu program pengeboran dari 9 titik yang kami rencanakan di bulan Maret ini," kata Panewu Gedangsari kepada Jogjaberkabar.id Jumat (19/3).

Martono Imam Santoso pun menambahkan dalam upaya memberikan kebutuhan dasar warga masyarakat Kapanewon Gedangsari, pemerintah Kapanewon mencanangkan program Mari Wakaf Mata Air, Mengantikan Air Mata dan Program Gertak Tanposi (penanaman Pohon Konservasi).

"Gedangsari memiliki letak geografis yang berbukit sehingga kami, pemerintah Kapanewon harus memiliki program dalam menjaga ecology, dari pada itu kami memiliki dua program Mari Wakaf Mata Air Mengantikan Air Mata dan juga penanaman Pohon Konservasi. Tujuan penanaman ini selain untuk menyimpan cadangan air dalam tanah, penanaman pohon ini juga untuk mencegah seringnya bencana tanah longsor yang terjadi di Kapanewon Gedangsari," jelas Imam Santoso.

Hal itu harus di lakukan oleh pemerintah dan dukungan masyarakat Gedangsari pada khususnya dan masyarakat Gunungkidul pada umumnya. Lebih lanjut Imam Santoso mengatakan upaya mengentaskan kekeringan dengan melakukan droping air pada saat kemarau bukan lah solusi tepat, sehingga harus ada upaya yang nyata dan tidak merusak ecology.

"Bagi saya melakukan droping air saat musim kemarau bukan solusi dalam menyelesaikan masalah, itu sama saja membiarkan masyarakat Gedangsari hidup dalam cengkraman kekeringan sepanjang hidupnya, harus ada langkah tepat dan cepat," tambah Imam Santoso.

Imam mengakui dalam kaitannya program penanaman Pohon Konservasi masih menemui kendala yaitu donasi baik berupa finansial maupun donasi Pohon, Imam Santoso mengajak melalui media Jogjaberabar.id kepada seluruh lapisan masyarakat di manapun berada untuk dapat bersama-sama menjaga ecology dengan melakukan penanaman Pohon Konservasi.(WAP) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.